TERIMAKASIH ANDA TELAH MENGUNJUNGI DAMANIK'S BLOG, JANGAN LUPA LIKE FACEBOOK FAN PAGENYA YA..!!!
Home » » 92 Rumah Terbakar, 10 Dirusak

92 Rumah Terbakar, 10 Dirusak


TERBAKAR – Ratusan rumah terbakar di Jalan Ahmad Yani, Lingkungan Pasar Pagi.

PANAI HILIR – Sebanyak 92 rumah warga di Jalan Ahmad Yani, Lingkungan Pasar Pagi, Kelurahan Sei Barombang, Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu, ludes terbakar, Jumat (1/2) sekira pukul 11.00 WIB. Sedangkan 10 rumah warga lainnya, terpaksa dirusak saat warga berupaya memadamkan api.
Informasi dihimpun METRO, api diduga berasal dari puntungan rokok yang menyambar bensin eceran yang dijual oleh Br Pardede. Api cepat menyambar bensin dan membakar rumah di sekitarnya.
“Memang banyak yang bilang api itu muncul dari puntung rokok yang menyambar bensin yang dijual Br Pardede,” ujar Burhanudin (21), warga setempat.
Kobaran api yang semakin membesar membuat ratusan warga Kelurahan Sei Barombang panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dengan membawa sejumlah barang-barang yang bisa terselamatkan. Sedangkan sejumlah warga lainnya, berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.
“Semua warga di lingkungan ini panik. Warga berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air dengan alat seadanya,” terang Burhanudin. Kondisi rumah warga yang berdempetan dan berdinding papan itu membuat api semakin cepat menjalar dan membesar. Ditambah lagi tiupan angin laut yang membuat api semakin berkobar, hingga menyulitkan usaha pemadaman.
Berselang satu jam, tepatnya sekitar pukul 12.00 WIB, warga berhasil memadamkan api, setelah 92 rumah ludes terbakar. Sedangkan 2 unit mobil pemadam kebakaran, baru tiba di lokasi kejadian setelah api mulai padam, sekitar 4 jam setelah kejadian.
“Pemadam kebakaran datang sekitar pukul 15.00 WIB, setelah api sudah berhasil dipadamkan warga. Mungkin karena jarak tempuh yang jauh, makanya datang terlambat,” tambah Burhanudin.
Sementara Camat Panai Hilir Gunawan mengatakan, pihaknya telah mendata sebanyak 92 rumah warga di Jalan Ahmad Yani telah hangus terbakar. Sedangkan 10 rumah warga lainnya terpaksa dirusak saat warga berusaha memadamkan api.
“Jadi ada 102 rumah yang menjadi korban, 92 rumah terbakar dan 10 rumah dirusak,” terangnya. Dijelaskan Gunawan, 102 rumah terbakar dan rusak itu dihuni oleh 124 kepala keluarga yang terpaksa mengungsi di tenda darurat yang telah disiapkan persis di depan kantor Camat Panai Hilir.
“Namun tidak semua korban itu memilih mengungsi di tenda yang kita siapkan. Karena ada sebagian yang mengungsi di rumah keluarga,” tambahnya. Kapolsek Panai Hilir AKP S Nasution, Jumat (1/2) mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan penyebab terjadinya kebakaran dan masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa itu.
“Belum dapat kita pastikan darimana sumber api, karena informasi yang didapat masih simpang siur. Sekarang kita masih menyelidikinya,” ujarnya.
Dipastikannya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran itu. “Hanya seorang ibu berusia 60 tahun meninggal diduga terkejut melihat hebatnya si jago merah memanggang rumah penduduk,” jelas Kapolsek seraya menambahkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.
Pemadam Telat, Warga Kesal
Terlambatnya mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi, bahkan setelah api padam sangat disesalkan warga. Jika pemadaman dibantu mobil pemadam kebakaran, kemungkinan besar kerugian dapat ditekan.
Mahmud (60), warga yang menjadi korban kebakaran mengatakan, usaha pemadaman yang dilakukan warga sia-sia karena tidak didukung alat yang memadai.
“Seharusnya pemadam cepat dan tanggap untuk membantu warga, tetapi ternyata setelah hangus baru tiba,” katanya. Dijelaskan Mahmud, selain rumah hunian, yang terbakar merupakan rumah toko serta warung.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesbang Linmas Labuhanbatu Hasnul Basri mengakui, minimnya sarana prasarana pemadam kebakaran di kawasan Kecamatan Panai Hilir menyebabkan sulitnya mengatasi setiap kejadian kebakaran.
Kebakaran di ibukota Kecamatan Panai Hilir, menurut Hasnul disebabkan fisik bangunan di sana yang sudah berusia tua dan juga terdiri dari papan, menambah cepatnya kobaran api menghanguskan bangunan yang ada. Ditambah kuatnya angin laut yang berhembus.
Untuk itu, kata dia, pihaknya akan mengusulkan penyediaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran di kawasan itu. Dan, idealnya tambah Hasnul untuk daerah pesisir Labuhanbatu setidaknya dengan ketersediaan dua unit mobil pemadam kebakaran. “Idealnya ada dua sudah layak,” jelasnya.
Butuh Tempat Pengungsian
Akibat kebakaran hebat yang melanda kawasan Sei Berombang tersebut menyebabkan ratusan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal mereka. Menurut salah satu korban Fahmi saat ini para warga sangat membutuhkan posko pengungsian sebagai tempat mereka bernaung.
Sebab menurutnya, hingga kini belum ada lokasi yang bisa dijadikan para warga sebagai tempat untuk bernaung sementara, beberapa rumah kerabat mereka masing -masing sudah sesak dipenuhi pengungsi lainya akibat para korban kebanyakan saling terikat hubungan keluarga dan kekerabatan.
“Kami sangat butuh tempat pengungsian untuk tempat tinggal sementara,” ujarnya. Sementara itu Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Armansyah Abdi, mengatakan bahwa kebanyakan para warga sudah mengungsi ditempat keluarga masing-masing.
“Posko penerimaan bantuan sudah ada, namun  para warga yang ditimpa musibah merasa lebih nyaman tinggal sementara di tempat famili,” ujar Abdi. (CR-01/riz)

(metro -Siantar)
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Damanik's Blog
 
Support : Creating Website | Damanik | Team
Copyright © 2009. Damanik's Blog - All Rights Reserved
Template Modify by bg Damanik
Proudly powered by Blogger